@Aryeenmita,
Jakarta,
- Bir…bir…bir…Ya! Minuman ini memang populer di telinga kita. Ternyata, minuman
ini, mengutip dari wikipedia, sudah
ada sejak 5000 SM dan telah tercatat di sejarah tertulis Mesir Kuno dan
Mesopotamia. Ih, Keren!
Kala itu, @Aryeenmita diajak
menemukan “Hidden Gems” salah satu merek ternama Bir. Dan memang perjalanan ini
benar-benar buta. Kami sengaja diajak bepergian dengan bus yang jendelanya
ditutup poster.
Akhirnya, kami sampai juga
di sebuah tempat hangout bernama
Salihara. Di sana, kami dimanjakan dengan suguhan tak biasa. Boleh dibilang unik. Ada aneka camilan
tradisional dan tentu saja ada suguhan bir.
Cerita soal bir, ada dua
jenis bir yang disediakan. Ada Tasty New York, bir Heineken dengan yang dipadu
dengan lemon, tequila, dan apel. Benar-benar segar di lidah. Atau pilihan
lainnya, Glorious Jakarta, bir dengan sentuhan jahe, jeruk, daun jeruk, dan garnish
berupa mentium dan salmon segar.
Kembali soal “hidden gems”
Menurut Jessica Setiawan, Marketing Manager Heineken, sebenarnya ini juga
dipicu dari fenomena FOMO (Fear of Missing Out), kini menjangkiti kaum urban,
yang selalu berada dalam tren tersebut.
Karena itu, sambung Jessica,
Heineken dengan tagline “Open Your City” berusaha kembali merekomendasi
tempat-tempat hangout dari para
konsumen.
“Cukup masukkan kode unik
yang ada dibalik tutup botol. Mampir ke website www.heineken.com/openyourcity
dan jawab pertanyaan seputar ‘Open Your City,” ujar Jessica.
Lagi ujarnya, konsumen
Heineken juga dapat mengaktifkan fitur geotag melalui Twitter @WhereNext.
Tentu saja, kalau semakin
Anda rajin merekomendasikan tempat-tempat hangout “hidden gems” akan diberikan
ganjaran. “Akan ada hadiah perjalanan ke New York yang spesial. Pemenang akan
diajak berpetualang di ‘hidden gems’ di sana,” ujar Jessica.
Menariknya, kali ini botol
Heineken juga mencantumkan kota Jakarta. “Botol-botol special edition ‘city
edition’ ini hanya berlaku empat bulan saja, dari Agustus hingga November. Ini
artinya, Jakarta itu bagian dari kota-kota terpilih dari Heineken, seperti London,
Rio de Jainero, Amsterdam, Shanghai, dan New York,” imbuhnya.